Era milenial ini merupakan era disruptif. Perubahan terjadi hampir dalam semua aspek kehidupan manusia. Begitu masif, fundamental dan tiba-tiba. Perubahan ini benar-benar menyebabkan terjadinya pergeseran. Beberapa aspek yang pada masa dahulu dianggap oleh masyarakat sebagai sesuatu yang tidak penting, saat ini justru menjadi bagian urgen dalam kehidupan yang sulit dilepaskan. Adapun sosial budaya adalah salah satu dari aspek kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan dan pergeseran. Kondisi ini berawal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IT) dalam perangkat komunikasi bernama telepon selular pintar atau smartphone.

Pada masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahunan ini, penggunaan telepon selular mengalami peningkatan secara signifikan. Pembatasan kontak fisik antarindividu merupakan alasan utamanya. Kebutuhan akan komunikasi dan informasi terus saja berlangsung. Kebutuhan akan telepon selular pintar menjadi benar-benar vital. Eksistensinya seakan merupakan solusi minim risiko.

Namun demikian, pada kemudian hari, didapati fakta bahwa penggunaan gawai pintar ini menimbulkan efek negatif. Ia didakwa sebagai salah satu penyebab menurunnya karakter penggunanya. Malas bekerja keras, ingin serba mudah dan cepat. Itulah beberapa karakter yang kemudian ditemukan pada sebagian besar pengguna gawai ini.

Kondisi sedemikian dialami pula oleh siswa. Sebagian besar dari mereka juga mengalami penurunan karakter. Mereka menjadi pemalas, ingin serba mudah dan cepat. Sebagai seorang pembelajar, kondisi tentu saja sangat memprihatinkan. Diperlukan tindakan dengan cara tepat agar karakter mereka terselamatkan. SMP Negeri 1 Mranggen menyadari benar akan hal itu. Oleh karena itu tindak lanjut segera dilakukan.

Antara kurun waktu 13 Oktober hingga 4 November 2021 diselenggarakanlah kegiatan pendidikan kepramukaan. Ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswa Spensa. Kegiatan ini digelar secara bertahap, bergantian, dengan tiap siswa masing-masing mengikuti sebanyak dua kali tatap muka.

Program pendidikan kepramukaan Spensa tahun ini dilaksanakan secara blok dengan ketua pelaksananya adalah Veronika Nining Purwaningsih, S.Pd., M.Pd. Sebagaimana diwartakan dalam laman web smpnegeri1mranggen.sch.id beberapa saat lalu, Kak Vero adalah penerima penghargaan sebagai Pembina Pramuka terbaik sekabupaten Demak. Dengan demikian, tidak diragukan lagi jika penyelenggaraan pendidikan kepramukaan Spensa tidaklah main-main.

Berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, Spensa menggandeng pelatih dari TNI-POLRI. Anggota TNI-POLRI tersebut sengaja didatangkan untuk menggembleng para siswa, terutama dalam materi Pemantapan Pendidikan karakter (PPK) dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Dengan tema yang diusung, yaitu cikal bangsa yang berkarakter di era milenial, segenap pembina pramuka Spensa benar-benar berusaha menyelenggarakan pendidikan kepramukaan secara maksimal.

Lain dari itu, untuk melatihkan penerapan Tri Dharma dan Tri Satya, diselenggarakan pula program bakti sosial dan program cinta lingkungan. Sebagian siswa diminta mengumpulkan perlengkapan mandi untuk disumbangkan ke beberapa panti asuhan yang ada di wilayah sekitar Spensa. Adapun sebagian lainnya diminta mengumpulkan tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah. Hal ini mengingat bahwa Spensa merupakan sekolah adiwiyata.

Sekolah merupakan tempat di mana siswa dilatih menjadi pribadi dengan karakter positif yang mantap. Di dalamnya, dilatihkan berbagai materi pelajaran yang dapat mendukung pencapaian hasil yang maksimal. Dengan demikian, diharapkan para siswa akan memiliki jiwa yang kuat sehingga tahan menghadapi berbagai tantangan dan godaan yang akan menurunkan kualitas karakter mereka.

Salam jaya Spensa.(AA)

Leave a Comment