Dalam dunia ini, setiap orang harus akrab dengan kompetisi. Dalam berbagai aspek, kompetisi adalah hal yang pasti. Manusia tidak bisa mengelak. Enggan bergerak hanya akan mengakibatkan kekalahan telak. Segala kekuatan mesti dikerahkan jika tidak ingin terjerembab dalam kondisi yang menyakitkan sekaligus memalukan.
Menyadari bahwa masa dewasa adalah fase kehidupan yang penuh dengan tantangan, oleh SMP Negeri 1 Mranggen, fisik, kompetensi dan mental siswa dipersiapkan. Siswa diantar untuk terus melaju dalam berbagai kompetisi atau kejuaraan. Aneka lomba olahraga sudah sangat tidak asing bagi siswa. Lomba akademik, begitu pula. Harapan utamanya pasti menjadi juara. Lain dari itu, hal yang sangat penting adalah mempersiapkan siswa agar menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting di tengah kepungan kesulitan nanti saat mereka dewasa.

Baru-baru ini, siswa SMP Negeri 1 Mranggen kembali ditejunkan dalam pertandingan. Dalam ajang kompetisi bertajuk MAMU SCHOOL COMPETITION III (MSC 3) yang diselenggarakan oleh MA Manbaul Ulum, Karangawen, Demak, Tiga siswa siswa SMP Negeri 1 Mranggen diturunkan. Mereka berlaga dalam beberapa cabang lomba. Ada kompetisi Videografi, Tahsinul Qur’an, Pidato Agama, mata pelajaran IPA, dan Matematika.

Para kompetitor dari SMP Negeri 1 Mranggen bersaing dengan peserta dari sekolah lain pada 24 Januari 2026 yang bertepatan dengan hari Sabtu. Mereka berjibaku untuk dapat mengalahkan pesaing dan menjadi salah satu dari peserta yang paling bermutu. Keinginan untuk menjadi yang terbaik dan tampil di panggung sebagai juara menjadi motivasi. Selain itu, mereka juga harus sukses melewati beberapa tahap seleksi.
Kompetisi akademik yang diikuti akhir Januari ini akhirnya membawa hoki. Thifania berhasil membawa pulang trofi juara 2 lomba mata pelajaran Matematika dan Rayyan sukses menjadi juara 3 lomba yang sama. Adapun Jauza Zaida berbangga hati dengan merebut juara pertama lomba mata pelajaran IPA.

Lomba akademik yang dimotori oleh MA Manbaul Ulum, Karangawen, Demak ini adalah acara yang sangat berkesan bagi Rayyan. Kejuaraan yang diikuti dalam event HUT ke-35 MAMU ini menambah rasa sukacita. Sebelumnya, dalam event berbeda, Rayyan juga berjaya mempersembahkan trofi juara. Dalam OMNAS 2025, ia berhasil menaklukkan lawan-lawannya.
Kompetisi adalah ajang latihan. Ini adalah sarana penggemblengan. Pada masa dewasa nantinya diharapkan mereka dapat menjadi persona yang siap fisik maupun mental dalam mengalahkan berbagai ujian dalam kehidupan.

Salam juara. Salam bangga. Salam jaya Spensa. (AA)

Beri Komentar