Waktu terus bergulir. Zaman terus berubah bagaikan air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Teknologi terkini makin canggih tak lagi peduli pada menggantikan konstanta jam pasir. Adapun manusia adalah makhluk tuhan yang cepat beradaptasi dengan sangat mahir. Di sinilah kegiatan belajar menjadi sebuah kebutuhan mutlak tanpa akhir. Pendidikan menjadi pakaian yang tidak layak dilepas dan mesti menjadi kompas yang mengarahkan cara manusia berpikir.
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap 2 Mei menjadi sebuah momentum berharga. Ada makna mendalam yang merasuk dalam sukma. Sebagai insan pendidikan, guru harus tegak berdiri mendampingi siswa dalam beningnya rasa setia. Meski badai perubahan melanda, guru harus kokoh dan mampu bertransformasi menjadi sosok tangguh dengan mental sekuat baja.

Demikianlah pesan penting yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam teks pidato yang dibacakan pembina upacara. Oleh ibu Sri Suratmi, S.Pd., M.Pd., teks pidato dibacakan sebagai amanat dalam upacara bendera.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. …”

Sebagaimana surat edaran yang disusun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Demak dengan nomor 400.3/4257, sekolah-sekolah yang berada dalam naungannya diinstruksikan melaksanakan upacara bendera. Di lapangan SMP Negeri 1 Mranggen, upacara diselenggarakan dengan peserta seluruh guru dan siswa. Dengan khidmat, upacara diikuti hingga usai dibacakannya doa.


Upacara ini bukan kegiatan simbolik semata. Wejangan yang disuarakan adalah petuah mulia. Untuk meraih hasil usaha, tekad kuat, tanggung jawab dan kerja keras mesti dikerahkan semua. Bukan hanya oleh guru, utamanya adalah siswa. Sebagai pemegang tongkat estafet masa depan bangsa, siswa wajib mengembangkan potensinya. Dengan pendampingan guru, siswa harus terus belajar dengan serius agar menjadi persona yang dapat menyunggingkan senyum dan wajah bangga nantinya.

Lahirnya generasi berkualitas adalah prioritas. Ini adalah harapan mendalam yang lebih tinggi daripada sekadar kuantitas. Pastinya kita akan teramat bahagia saat menyandang gelar kesuksesan sebagai identitas.
Terima kasih kepada semua peserta yang mengikuti upacara dengan khidmat. Mari laksanakan nasihat dengan niat yang bulat!
Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Salam semangat untuk insan pendidikan Indonesia. (AA)

Beri Komentar