Info Sekolah
Tuesday, 18 Jun 2024
  • Selamat datang di laman web SMP Negeri 1 Mranggen      
  •      

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS CERITA WAYANG RAMAYANA “LAIRE RAMA WIJAYA” PADA SISWA KELAS 7G SMPN 1 MRANGGEN TAHUN 2023-2024

Diterbitkan :

Nama Mahasiswa      : KHOIRUN NISA

Asal Institusi              : SMP NEGERI 1 MRANGGEN

NIM                             : 23531155

LPTK PPG                   : UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS CERITA WAYANG RAMAYANA “LAIRE RAMA WIJAYA” PADA SISWA KELAS 7G SMPN 1 MRANGGEN TAHUN 2023-2024

LokasiSMP Negeri 1 Mranggen – Demak
Lingkup PendidikanDinas Pendidikan Kab. Demak Jawa Tengah
Tujuan yang ingin dicapaiSetelah mengikuti serangkaian pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning dengan media video animasi diharapkan peserta didik dapat; Peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur intrinsik teks Cerita Wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”.Peserta didik dapat menceritakan kembali cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” secara tertulis.
PenulisKhoirun Nisa
Tanggal25 November 2023
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.Latar Belakang Masalah Setelah dilakukan analisis terhadap kurangnya pemahaman tentang cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”, maka dapat disimpulkan penyebab masalahnya sebagai berikut : Peserta didik kurang tepat dalam menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan memahami bacaan cerita wayang Ramayana, dikarenakan minimnya kosakata bahasa Jawa yang dimiliki peserta didik.Peserta didik kurang memahami bacaan cerita wayang Ramayana karena minimnya kosakata bahasa Jawa yang dikuasai peserta didik.Kurangnya motivasi peserta didik dalam memahami bacaan cerita wayang “Laire Rama Wijaya”. Dilihat dari diagram berikut dapat diketahui bahwa nilai peserta didik kelas 7 di SMP Negeri 1 Mranggen pada tahun pelajaran sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar belum tuntas dalam materi membaca cerita wayang Ramayana.
 Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Dari latar belakang tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kurangnya pemahaman terhadap cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”, dikarenakan pembendaharaan bahasa Jawa peserta didik rendah. Maka praktik pembelajaran ini menjadi penting untuk dibagikan, karena : Praktik pembelajaran ini menjadi motivasi bagi penulis untuk dapat memberikan pembelajaran yang inovatif.Beberapa guru mengalami permasalahan serupa, sehingga praktik pembelajaran ini dapat menjadi inspirasi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang dialami.Praktik pembelajaran ini dapat memotivasi guru lain dalam mendesain pembelajaran yang lebih baik.   Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai guru yang harus mampu memfasilitasi dan memecahkan masalah belajar peserta didik. Disini saya merancang model, media dan bahan ajar yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga peserta didik memiliki motivasi dalam belajar juga peserta didik mampu mengasah kemampuannya khususnya disini pada kemampuan membaca cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”. Dengan demikian hasil belajar peserta didik tercapai sesuai yang diharapkan.
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Tantangan      dalam  melaksanakan  pembelajaran   adalah sebagai berikut. Penyusunan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk menarik antusias peserta didik.Membuat media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan materi pembelajaran.Mengajak peserta didik memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.Membimbing secara individu dan kelompok dan memastikan peserta didik mampu memecahkan masalah.Menampilkan langkah-langkah pembelajaran dalam video agar mudah dipahami peserta didik.Pengambilan rekaman video  PPL dan editing yang smooth. Siapa saja yang terlibat? Dalam melakukan praktik pembelajaran ini melibatkan beberapa pihak: Guru berperan merancang dan melaksanakan pembelajaran.Teman sejawat dan guru lain sebagai tempat diskusi permasalahan dan mencari solusi permasalahan yang terjadi.Teman guru sebagai perekam video.Peserta didik sebagai sasaran pembelajaran.
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi iniLangkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan: Strategi apa yang digunakan? Strategi yang dilakukan guru adalah dengan mengkaji literatur berkaitan masalah yang terjadi kemudian memilih model pembelajaran yang sesuai yaitu model Problem Based Learning (PBL) yang berbasis masalah sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca teks cerita wayang Ramayana dari peserta didik. Proses pemilihan model pembelajaran? Model pembelajaran problem based learning ini dipilih dengan menyesuaikan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran yaitu pada materi menulis teks deskripsi. Dalam proses ini guru mencari berbagai referensi tentang model pembelajaran PBL serta berdiskusi dengan teman sesama guru dan pakar. Pemilihan model ini juga disesuaikan dengan karakter peserta didik dengan didukung diskusi kelompok antar peserta didik agar peserta didik lebih mudah menerima materi.
 Adapun   langkah    pembelajarannya    adalah    sebagai berikut. Fase 1 (Orientasi peserta didik kepada masalah)Guru memberikan stimulus dengan memberikan ilustrasi berbentuk video animasi tentang cerita wayang Ramayana. https://youtu.be/1k5X5jqijgU   Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya dan menanggapi video materi yang telah disimak secara kritis. (4C – Komunikasi, Saintifik – Menanya, PPP – Bernalar kritis)Fase 2 (Mengorganisasikan peserta didik)Peserta didik menyimak tampilan materi wayang Ramayana secara mandiri yang ditampilkan guru melalui LCD Proyektor. (Saintifik – Mengamati, PPP – Mandiri, TPACK)Peserta didik dengan dibantu oleh guru membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang pada setiap kelompok untuk berdiskusi (PPP-gotong royong)Setiap kelompok dibagikan bahan ajar tertentu (Audio, video, gambar, maupun teks cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”) dan diminta untuk memperhatikan materi sesuai dengan karakteristik peserta didik (Diferensiasi konten):Gaya belajar kinestetik: Video cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” https://youtu.be/WCJyT5y5rJU Gaya belajar auditorial: Audio cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” https://youtu.be/Ific7OSAmkE Gaya belajar visual: Visual/ gambar animasi cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” https://youtu.be/44qa8nK-5VE   Membaca teks cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” dibuku paket Erlangga, hal. 104. Tukijo, dkk. 2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Penerbit Erlangga. Setiap kelompok dibagikan LKPD yang berkaitan dengan analisis unsur-unsur intrinsik dan menceritakan kembali cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” dan peserta didik diminta untuk:Membaca/ mendengarkan/ menyimak cerita wayang Rama Wijaya “Laire Rama Wijaya” yang akan didiskusikan bersama kelompok untuk dijadikan bahan diskusi. (Diferensiasi proses) Menyebutkan hasil analisis unsur-unsur intrinsik yang ada pada teks cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”.Menganalisis dan menceritakan kembali cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”.Guru dan peserta didik menyepakati waktu pengerjaan.Fase 3 (Membimbing penyelidikan individu dan kelompok)Peserta didik memahami LKPD yang berkaitan dengan materi cerita wayang Ramayana yang dibahas bersama kelompok. (Saintifik – mengamati, PPP – Berfikir Kritis)Peserta didik merencanakan tugas masing-masing anggota kelompok untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik yang ada dalam teks/ cerita wayang Ramayana secara bergotong-royong. (4C – Collaboration, PPP – Gotong royong)Peserta didik secara bergotong royong berdiskusi untuk mengerjakan LKPD tentang analisis unsur-unsur intrinsik teks wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” (4C-Collaboration, Comunication, PPP-Gotong royong, Critial Thinking)Peserta didik bergotong royong berdiskusi untuk menceritakan Kembali cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”. (4C – Collaboration, PPP – Gotong royong)Guru berkeliling disetiap kelompok dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih. (Diferensiasi proses)Fase 4 (Mengembangkan dan menyajikan hasil karya)Peserta didik secara diskusi mengoreksi hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan secara bersama-sama; (Comunication, Collaboration, Critial Thinking – 4C, PPP-Gotong royong)Peserta didik melalui bimbingan guru menuliskan unsur-unsur intrinsik hasil diskusi melalui sticky note. (Collaboration-4C)Peserta didik menceritakan kembali cerita Ramayana yang telah didiskusikan dengan cara menuliskan hasilnya di lembar yang sudah disediakan. (Collaboration-4C)Guru meminta tiap kelompok menyajikan hasil analisisnya dengan cara menempelkan sticky note pada papan negara Ayodya dan mempresentasikan hasil diskusi yang telah ditulis melalui stick note tersebut. (Saintifik-Mempresentasikan) (Diferensiasi proses) Fase 5 (Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)Peseta didik bersama guru menanggapi dan mengapresiasi tampilan hasil pekerjaan yang telah dipresentasikan setiap perwakilan kelompok penyaji;Peserta didik mengevaluasi hasil analisis yang telah dipresentasikan oleh kelompok lain. (4C- Collaboration, Saintifik-Menalar)Guru memberikan penguatan dan melengkapi hasil analisis teks cerita wayang Ramayana yang belum diungkap.Peserta didik mengerjakan asesmen sumatif berbentuk tes tulis.          
                                                                                                         
                     
 Sumber daya yang diperlukan? Kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan model pembelajaran PBL dengan materi pembelajaran cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya”.
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebutBagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Penerapan model problem based learning efektif mengubah pembelajaran yang sebelumnya teacher centered menjadi student centered. Keaktifan peserta didik meningkat ditunjukkan dalam kegiatan diskusi kelompok, presentasi dan hasil belajar peserta didik yang lebih baik menunjukkan kemampuan memahami isi cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” dari peserta didik juga meningkat.Dari 31 peserta didik kelas 7G di SMP Negeri 1 Mranggen dalam pembelajaran membaca cerita wayang Ramayana “Laire Rama Wijaya” diperoleh hasil 4 peserta didik mendapat nilai 96 (12,9%), 5 peserta didik mendapat nilai 92 (16,1,2%), 5 peserta didik mendapat nilai 88 (16,1%), 5 peserta didik mendapat nilai 84 (16,1%), 7 peserta didik mendapatkan nilai 80 (22,6%),  2 peserta didik mendapatkan nilai 76 (6,5%), dan 3 peserta didik mendapat nilai 72 (9,7%)
  
Terjadi interaksi tanya jawab hingga menyimpulkan yang dilakukan peserta didik. Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan? Respon peserta didik terhadap pembelajaran ini peserta didik merasa lebih senang, seru dan semangat sehingga peserta
 didik ingin pembelajaran dengan model seperti ini untuk pembelajaran pada materi yang lainnya. Respon ini ditunjukkan pada kegiatan refleksi pembelajaran. Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran ini ditunjukkan dengan hasil belajar peserta didik yang meningkat ditunjukkan dari hasil evaluasi akhir pembelajaran, keaktifan peserta didik dalam mengerjakan tugas diskusi kelompok, dan peserta didik mampu mempresentasikan hasil diskusi dengan baik. Selain itu, peserta didik menunjukan rasa semangat dan bahagia dalam pembelajaran dan meyampaikannya pada kegiatan refleksi. Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut? Dari proses ini guru merasakan perkembangan kompetensi utamanya dalam hal pedagogik dan peningkatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Guru dapat memberikan penagajaran yang tepat dengan analisis masalah yang terjadi dan pembuatan rancangan pembelajaran yang terstruktur. Dari segi peserta didik juga mendapatkan pengalaman pembelajaran yang berbeda sehingga kemampuan memecahkan masalahnya juga meningkat serta karakter peserta didik pun terbentuk.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Admin SMPN 1 Mranggen

Tulisan Lainnya