Apa arti kemerdekaan bagi Anda? Bebas melakukan perbuatan sesuai dengan keinginan? Lepas dari belenggu atau kekangan majikan? Atau langgas dari ketergantungan? Tampaknya tidak ada yang salah mengenai semua definisi ini. Semua benar sesuai dengan pemaknaan masing-masing pribadi.


Dalam KBBI, kemerdekaan didefinisikan secara harfiah sebagai keadaan atau hal berdiri sendiri, bebas, lepas, tidak terjajah lagi atau kebebasan. Jika dibandingkan dengan arti yang disebutkan sebelumnya, pemaknaan dengan KBBI tentu saja benar adanya atau sepemikiran. Dengan demikian, maka kemerdekaan merupakan kondisi bagi siapapun untuk berbuat apapun tanpa adanya aral, hambatan, halangan ataupun rintangan.


Menyadari akan pentingnya kemerdekaan, perjuangan merupakan sesuatu yang juga tidak dapat dilupakan. Perjuangan adalah segala langkah yang mesti dilakukan agar kemerdekaan berhasil didapatkan. Tanpa perjuangan, kemerdekaan hanyalah angan-angan tanpa kenyataan. Inilah yang telah dilakukan oleh para pahlawan dan leluhur bangsa Indonesia. Kurang lebih 350 tahun lamanya, mereka mengorbankan darah dan jiwa. Tujuannya agar kita, anak cucu sekaligus rakyat Indonesia dapat menikmati kemerdekaan dan fokus membangun diri dan bangsa.

Proklamasi kemerdekaan pada hari Jumat, 17 Agustus 81 tahun lampau adalah momentum berharga. Memperingatinya adalah aksi yang dilakukan semestinya. Mengingat, mendoakan mempertahankan serta mengisinya adalah kewajiban bagi kita.
Di SMP Negeri 1 Mranggen, pemahaman semacam ini telah ditanamkan kepada para siswa. Kepada mereka, diajarkan bagaimana cara mengingat para pahlawan dan pejuang kemerdekaan beserta jasa-jasanya. Adapun salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan upacara. Oleh karena itu, tepat pada tanggal 17 Agustus 2026 ini, seluruh guru, staff, karyawan beserta ratusan siswa SMP Negeri 1 Mranggen diwajibkan mengikuti upacara bendera.
Dengan menempati salah satu halaman sebagai lapangan upacara, segenap warga SMP Negeri 1 Mranggen khidmat dalam barisan. Dalam suasana yang cerah, bendera merah putih sukses dikibarkan. Selanjutnya, oleh pembina upacara, amanat disampaikan.
“Kemerdekaan harus diisi
dengan meningkatkan kompetensi diri”.
(Anonim)
“Marilah kita isi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi pengembangan diri!” Demikian sepenggal pesan yang disampaikan. Oleh, bapak Bustamil Arifin, S.Pd., M.Pd sebagai pembina, wejangan tersebut diucapkan dengan penuh penekanan. Beliau juga memberikan arahan agar para siswa selalu rajin belajar dan meninggalkan kemalasan. Ditambahkannya bahwa suatu saat nanti, para siswalah yang akan mengambil alih semua tugas dan tanggung jawab dalam menggapai harapan.


Kemerdekaan bagi semua orang merupakan kebutuhan. Ambisi, obsesi atau cita-cita mulia hanya akan berhasil diraih dengan adanya kemerdekaan. Oleh karena itu, marilah kita isi kemerdekaan dengan terus belajar, tingkatkan kompetensi dan lakukan berbagai aktivitas positif sesuai keahlian diri! Buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri!
Salam merdeka dari Spensa. Merdeka, merdeka! (AA)

Beri Komentar