Info Sekolah
Saturday, 25 Apr 2026
  • Selamat datang di laman web SMP Negeri 1 Mranggen      

HALAL BIHALAL DI SPENSA, LEMBARAN BARU SEMANGAT BARU

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Homo homini socius. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia adalah makhluk tuhan yang saling membutuhkan satu sama lain. Saling bergantung. Saling memberi pengaruh dan lain sebagainya. Demikianlah kira-kira maknanya. Dengan mengingat bahwa adanya rasa yang sedemikian itu, mustahil bagi manusia untuk data hidup sendiri. Apalagi pada masa dewasa ini.

Pengibaran bendera mengawali upacara.
Pembina upacara menghormat bendera.

Setelah satu bulan lamanya umat muslim berpuasa, Idul fitri pun tiba. Semua orang saling meminta dan memberi permaafan untuk setiap khilaf dan dosa. Begitu pula dengan SMP Negeri 1 Mranggen. halal bihalal menjadi momen yang diagendakan pertama.

Cinta Indonesia.
Khidmat.

Kegiatan dibuka dengan upacara. Lapangan dipenuhi dengan barisan guru, karyawan dan siswa. Semua khidmat mengikutinya. Pun demikian saat menghormat kepada bendera pusaka.

Atas instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten demak, upacara pada hari pertama ini dilaksanakan. Dengan berdasar pada instruksi tersebut, semua petugas upacara melakukan persiapan. Di atas mimbar, ibu Sri Suratmi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pesan-pesan pembinaan.

Terima kasih, Pak Didik.
Salim.

“Saling memaafkan berarti memberi kesempatan kepada kita untuk membuka lembaran baru. Oleh karena itu, ayo lanjutkan langkah dengan semangat baru! ….”, demikian prakata disampaikan. Oleh pembina upcara, disampaikan pula bahwa sesaat lagi siswa-siswa kelas IX akan segera mengikuti TKA dan asesmen akhir jenjang. Semangat baru adalah sebuah keharusan. Dibarengi dengan belajar dan usaha yang keras, hasil yang membanggakan sangat diharapkan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke sekolah lanjutan yang diidamkan.

Panjaaang.

Ada momen haru ketika pembinaan usai diberikan. Salah seorang pengajar dengan status PPPK menyampaikan ucapan perpisahan. Beliau adalah Drs. Didik Prasetyo Hartono.  Pengajar seni rupa yang mulai bergabung pada pertengahan tahun 2025 lalu akhirnya berpamitan. Ini adalah momen langka yang mungkin tidak mudah ditemukan. Sebagai informasi, tahun 1990 pak Didik telah memberikan pengabdian. Jejak langkah pengabdian beliau ada di berbagai tingkatan. Hingga pada akhirnya, tepat enam bulan sebelum masa purnatugas, beliau menerima SK pengangkatan. Kepada pak Didik, doa dan harapan dibekalkan. Semoga kesehatan dan keberkahan terlimpahkan.

“Maafkan lahir dan batin, ya!”

Halal bihalal adalah kearifan lokal Indonesia. Saling bermaafan menjadi kebiasaan yang mulia. Semoga dengan kebersihan jiwa dari noda dan dosa, semangat baru akan lahir dan mengantarkan kita semua menuju lembaran baru yang lebih bermutu.

Salam Idul fitri. Mohon maaf lahir dan batin. (AA)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar