Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berhenti menyebabkan kejenuhan. Oleh semua orang, kondisi ini dialami dan dirasakan. Kejenuhan telah memuncak dan semua orang sudah muak.

Kondisi sedemikian ini telah hampir dua tahun melanda. Semua orang harus terus berjaga. Memakai masker, menjaga jarak, menyemprotkan hand sanitizer dan sering mencuci tangan. Tak henti-hentinya himbauan diumumkan. Namum pandemi masih saja menyebabkan kekhawatiran.

Ini sudah bukan saatnya lagi untuk terus bersembunyi dari pandemi. Semua aktivitas harus kembali dihidupkan. Demikian pula dengan kegiatan pembelajaran.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, pertengahan Agustus lalu SMP Neegeri 1 Mranggen alias Spensa telah kembali membuka kegiatan pembelajaran. Dasarnya adalah instruksi dari pemerintah kabupaten Demak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk surat edaran.  Semenjak itu, kegiatan pembelajaran terus diselenggarakan. Protokol kesehatan terus diterapkan dan dipantau kedisiplinan penerapannya.

Menindaklanjuti siaran televisi beberapa saat lalu yang menayangkan pelaksanaan protokol kesehatan di Spensa dalam masa pembelajaran terbatas, Bupati Demak, dr. Hj. Eistianah, SE mengadakan kunjungan. Inspeksi bupati yang dilakukan pada Senin, 4 Oktober lalu bertujuan mengecek kebenaran tayangan yang oleh TVRI telah disiarkan.  

Dalam kunjungan singkat tersebut, bupati yang didampingi oleh wakil bupati, KH. Ali Makhsun, dan plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hadi Waluyo, SH, M.Pd dan salah satu anggota DPR kabupaten Demak, H. Sri Fahrudin Slamet Bisri melakukan tinjauan secara langsung. Beberapa kelas dikunjungi, termasuk pula fasilitas protokol kesehatan yang tersedia. Hasilnya, bupati menyampaikan kepuasannya.

Spensa terus berupaya untuk terus menjaga segenap civitas academica.  Satgas Covid tetap disiagakan, meski menurut berita, Covid berkali-kali mengalami penurunan. Hingga benar-benar pergi, Spensa tetap siaga halau pandemi.(AA)

Leave a Comment