SMP Negeri 1 Mranggen alias Spensa merupakan salah satu sekolah ternama di kabupaten Demak. Letaknya yang berada di jalan raya dan berdekatan dengan kota Semarang membuatnya sangat mudah diakses. Hal ini juga sekaligus menjadikannya sebagai sorotan masyarakat. Berkaitan dengan blended learning atau pembelajaran terpadu yang saat ini diselenggarakan kembali, Spensa diliput oleh TVRI.

Berdasar pada surat edaran yang dikeluarkan oleh bupati dengan nomor 440/1.38 tahun 2021 dengan tanggal 16 Agustus 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III di wilayah kabupaten Demak dan surat edaran pembelajaran Blended Learning dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Demak bertanggal 16 Agustus 2021, pembelajaran terpadu (Blended Learning) di SMP Negeri 1 Mranggen diselenggarakan kembali. Ini merupakan kabar gembira yang telah lama dinanti. Kegiatan pembelajaran yang terkendala oleh pandemi, kini siap menggeliat lagi.

Spensa adalah sekolah favorit bagi masyarakat di sekitarnya. Hampir setiap orang tua berebut untuk dapat mendaftarkan putra-putrinya. Dalam setiap penerimaan peserta didik baru, sebanyak 320 kuota tersedia. Jumlah siswanya kini hampir mencapai seribu orang. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat besar. Berkenaan dengan pelaksanaan blended learning atau pembelajaran terpadu, dibutuhkan penanganan yang sangat serius agar protokol kesehatan diterapkan dengan baik oleh para siswanya.

Pada Selasa, 30 Agustus 2021 lalu, tim reporter dari stasiun TVRI Jawa Tengah mengunjungi Spensa. Meliput pelaksanaan pembelajaran, adalah tujuannya. Dalam kunjungan tersebut, crew TVRI mengambil gambar di beberapa sudut sekolah. Pintu gerbang, kelas, laboratorium, bahkan ruang guru tidak luput dari sorotan kamera.

Pada sesi wawancara, disampaikan oleh Dra. Sri Tutik Cahyaningsih, M.Pd. bahwa SMP Negeri 1 Mranggen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kedatangan siswa disambut oleh satgas Covid yang diketuai oleh Bustamil Arifin, S.Pd., M.Pd. Suhu tubuh dideteksi dengan termo gun. Selanjutnya, tangan siswa disemprot dengan cairan Hand Sanitizer. Wastafel disediakan di depan setiap kelas dan beberapa titik penting. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dapat sesering mungkin mencuci tangan setelah selesai beraktivitas. Pemakaian masker dan penjagaan jarak selama berada di dalam kelas juga turut diperiksa. Demikian paparan Plt. Kepala SMPM Negeri 1 Mranggen yang juga menjabat ketua MKKS kabupaten Demak itu.

Pada masa pandemi ini, kesehatan dan keselamatan adalah hal utama. Namun demikian, kegiatan pembelajaran diupayakan untuk tetap lancar terlaksana. SMP Negeri 1 Mranggen atau alias Spensa terus berusaha mencapai dua-duanya. Hal ini dilakukan demi cita-cita dan visi dan misi sekolah untuk mencerdaskan generasi bangsa. (AA)

Leave a Comment