Pandemi Covid-19 telah melanda dunia hampir dua tahun lamanya. Hampir semua negara merasakan imbasnya. Dunia pendidikan, demikian pula. Mulanya, semua sekolah ditutup. Pembelajaran di kelas tiba-tiba saja dihentikan. Sebagai gantinya, pembelajaran secara daring digalakkan. Penggunaan internet meningkat dengan sangat signifikan. Guru dan siswa yang semula gagap teknologi harus berlari kencang. Sebaliknya, kelas-kelas yang dulu penuh ramai oleh siswa tiba-tiba lengang.

Tahun pelajaran baru 2021/2022 telah dimulai. Guru dan siswa sudah menanti. Berharap agar pandemi segera pergi. Semuanya merindukan pembelajaran tatap muka lagi. Dengan berbagai upaya yang dilakukan bersama, harapan itu kini mulai terbuka. Semua menyambutnya dengan gembira ria.

Surat edaran bupati Demak dengan nomor 440/1.38 tahun 2021 dengan tanggal 16 Agustus 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III di wilayah kabupaten Demak dan surat edaran pembelajaran Blended Learning dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Demak bertanggal 16 Agustus 2021 menjadi pembawa kabar bahagia. Dalam edaran tersebut, disampaikan bahwa kegiatan pembelajaran diinstruksikan untuk diselenggarakan secara terpadu atau blended learning. Ini adalah angin segar. Meski tidak total, semuanya bersiap kembali ke sekolah untuk belajar.

SMP Negeri 1 Mranggen alias Spensa merupakan salah satu sekolah yang sangat memperhatikan kondisi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran. Di sekolah ini, semua sarana yang dimiliki diupayakan untuk dirawat sebaik mungkin. Di antara sarana tersebut adalah gedung-gedung yang digunakan sebagai ruang belajar atau kelas.

Banyaknya ruang kelas yang dimiliki SMP Negeri 1 Mranggen berkaitan erat dengan perawatan yang dibutuhkan. Secara berkala, kegiatan perawatan dilakukan.  Kegiatan urgent ini diagendakan untuk menjaga agar gedung-gedung tersebut tetap layak untuk digunakan.

Mulai 30 Agustus 2021 lalu, kegiatan pengecatan dilakukan. Kegiatan perawatan yang digawangi oleh Andy Prasetyono, S.Pd., sebagai wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana ini dilakukan agar kelas-kelas tetap terlihat cantik.  Pernyataan ini disampaikan dalam bincang-bincang sambil mengawasi para pekerja.

“Pengecatan ini dilakukan untuk dinding ruang kelas VII B hingga VII D dan dinding luar IX A hingga IX G dicat ulang. Ini adalah program lanjutan yang telah tertuang dalam program kerja sarpras yang disusun oleh waka sarpras sebelumnya, yaitu pak Ali Mashar. Agar kelas-kelas tetap terlihat cantik, beberapa ruangan itu perlu dicat lagi karena warnanya sudah mulai kusam. Dengan dicat kembali dengan warna cerah, diharapkan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat akan terbangun, apalagi saat ini pembelajaran di sekolah sudah dibuka kembali”, terang pak Andy.

Marilah kita jaga semangat yang kini kembali membara! Terus genggam asa untuk meraih cita-cita! Persiapkan masa depan gemilang generasi bangsa. Salam jaya Spensa.(AA)

Leave a Comment