Info Sekolah
Tuesday, 27 Feb 2024
  • Selamat datang di laman web SMP Negeri 1 Mranggen      
  •      

HARI SEJUTA POHON DIPERINGATI, SPENSA SELENGGARAKAN KERJA BAKTI

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Pohon adalah makhluk yang luar biasa manfaatnya. Produsen oksigen. Penyerap karbon dioksida dan polutan lainnya. Hasilnya, udara menjadi sangat bersih, jernih, sejuk dan sehat. Menghirup udara bersih menjadikan tubuh sehat dan kuat.

Hutan sekolah di Spensa yang rindang adalah buah dari kerja keras sejak beberapa tahun lalu.

Manfaat pohon bukan sekadar itu. Masih ada banyak faedah berlimpah dengan menanam dan merawatnya. Sebaliknya, merusak atau bahkan menebang pohon adalah perilaku yang menimbulkan kerugian bagi dunia.  

Banyaknya tanaman di sekolah membuat lingkungan sekolah sejuk dan asri.
Plt. Kepala SMP Negeri 1 Mranggen, Sri Suratmi, S.Pd., M.Pd. bersama siswa menanam tanaman hias di taman sekolah.

Mengingat urgensi pohon yang tak terkira tersebut, Spensa menyelenggarakan kegiatan kerja bakti. Kegiatan bersama di Spensa ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan pada hari Jumat kedua atau ketiga. Kali ini, kerja bakti dikhususkan sebagai peringatan Hari Sejuta Pohon yang jatuh pada tanggal 10 Januari 2024 lalu.

Peremajaan tanaman hias di green house dilakukan secara bergotong-royong.
Siswa-siswa bekerja bakti meremajakan tanaman di green house.
Perawatan juga meliputi pembersihan tabulampot.
Penanaman tanaman hias epifit untuk memperindah lingkungan sekolah.

Pada hari Jumat, 12 Januari 2024 lalu, kerja bakti diselenggarakan. Kegiatan diisi dengan merawat pohon-pohon dan tanaman yang ada di halaman, hutan sekolah, green house serta di luar pagar lingkungan sekolah. Semua warga Spensa ambil bagian dalam kegiatan ini. Bahkan anggota komite sekolah, Bhabinsa dan wali siswa turut andil. Mereka menanam sejumlah batang pohon di beberapa titik. Lain dari itu, sebagian guru, karyawan dan siswa membersihkan ruang kelas, laboratorium dan ruangan-ruangan lainnya.

Pohon kelapa juga ditanam sebagai tanaman pangan dan tanaman perkebunan.
Taman samping ruang kantor juga ‘disentuh’.

Pada mulanya, gerakan Hari Sejuta Pohon merupakan reaksi terhadap penebangan liar yang terjadi di hutan-hutan. Tindakan yang lebih dikenal dengan istilah illegal logging ini menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Cuaca panas, tanah longsor dan banjir menjadi bencana alam rutin yang tak terhindarkan. Ditambah lagi, bahaya-bahaya lain juga mengancam kehidupan akibat penebangan pohon yang dilakukan secara serampangan.

Salah seorang guru menyapu taman samping gapura.

Oleh ketua tim PBLHS Spensa, Husni Binawati, S.Pd., M.Pd., disampaikan bahwa gerakan Hari Sejuta Pohon ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan urgensi pohon sebagai aspek sentral bagi kehidupan makhluk hidup yang menghuni bumi. Pohon adalah bagian penting yang keberadaannya wajib dijaga dan dirawat agar bumi tetap lestari dan berseri.

Ruangan-ruangan juga menjadi objek kerja bakti.
Para siswa mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang.

Hari Sejuta Pohon hanya diperingati setahun sekali. Namun menanam dan merawat pohon dan tanaman haruslah menjadi aktivitas sehari-hari. Dengan demikian pohon dan tanamanan akan memberikan berjuta manfaat, menjadikan tubuh sehat, kuat dan selamat.

Para siswa mendeklarasikan gerakan Menanam Pohon.
Para siswa mendeklarasikan gerakan Menanam Pohon.

Mari bersama-sama menanam pohon dan merawatnya agar bumi makin berseri dan terus lestari.

Hijaunya Spensa.
Spensa dipandang dari berbagai sudut. Semua hijau.

Salam adiwiyata. Salam jaya Spensa. (AA)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar