Sebuah pertanyaan menggelitik dilontarkan oleh salah satu guru SMP Negeri 1 Mranggen atau yang lebih dikenal dengan Spensa kepada pengawas sekolah. Pertanyaan itu berkaitan dengan trik menghadapi siswa yang keaktifannya benar-benar memprihatinkan, pada pembelajaran jarak jauh, masa pandemi ini.

“Pak, pada masa pandemi yang berlangsung setahunan ini, kegiatan pembelajaran diselenggarakan secara jarak jauh atau daring. Berdasarkan pengamatan para guru, keakifan siswa makin lama menurun. Tugas-tugas sekolah tidak dikerjakan, apalagi dikumpulkan. Bagaimana advis Bapak mengatasi hal ini?” ujar Amanah, salah satu guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Mranggen.

Menjawab pertanyaan tersebut, pernyataan menarik disampaikan oleh sang supervisor, Taufiqurrohman, S.Pd., M.Pd. Menurut beliau, pola pikir atau mindset guru harus diselaraskan, utamanya terhadap pembelajaran pada masa pandemi ini. Guru tidak dapat mengajar sebagaimana dalam kondisi normal. Demikian pula sebaliknya, siswa juga tidak dapat belajar seperti dalam kondisi normal. Pengawasan guru kepada siswa tidak dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi ini makin memprihatinkan jika perhatian dari orang tua kurang optimal. Masalah akan makin pelik lagi, jika guru mengajar secara biasa. Ditambah dengan faktor-faktor lain, kompleksitas masalah kian terasa.

Hal penting yang betul-betul menjadi inti masalah adalah tentang motivasi. Bagaimana cara menumbuhkan atau bahkan meningkatkannya adalah hal yang utama.

“Jika motivasi ada, pembelajaran dengan cara bagaimanapun, siswa akan mengikuti,” demikian dituturkan pak Taufiq.

Selanjutnya, ditekankan oleh beliau bahwa untuk menumbuhkan atau meningkatkan motivasi belajar siswa, langkah penting harus diambil oleh guru. Guru harus menjadi pengajar yang kreatif dan inovatif. Kreatif dan inovatif dalam menyajikan pembelajaran. Dengan demikian, siswa akan merasa tertarik mengikuti pembelajaran. Siswa akan menunggu-nunggu pembelajaran berikutnya. Hal baru apa lagi yang akan disajikan oleh guru. Dalam kegiatan supervisi dan verifikasi bagi para guru, paparan advis sederhana tetapi mendalam tersebut disampaikan.

Selasa, 9 Maret 2021 lalu, SMP Negeri 1 Mranggen telah menyelenggarakan kegiatan supervisi sekaligus verifikasi bagi semua guru yang mengajar di lingkungan SMP Negeri 1 Mranggen. Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB di ruang serbaguna SMP Negeri 1 Mranggen. Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan supervisi dan verfikasi, lalu diakhiri dengan refleksi. Hadir dalam acara tersebut, pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Demak, Drs. Indarjo, MH, dan Taufiqurohman, S.Pd., M.Pd sebagai supervisor dan verifikator.

Supervisi dan verifikasi guru merupakan kegiatan pengawasan terhadap kinerja para guru. Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut, akan diketahui kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tupoksinya. Refleksi yang disampaikan dapat dijadikan modal dalam memperbaiki kinerja sehingga menjadi guru yang dinantikan siswa-siswanya.

Mari tingkatkan kualitas diri menjadi guru kreatif dan inovatif agar siswa makin aktif.

Salam jaya Spensa.(AA)

Leave a Comment